Sabtu, 30 April 2022

JURNAL REFLEKSI MINGGUAN

 Jurnal Refleksi Mingguan Ke - 12

Model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)

4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway

  1. Model 4F
  2. Facts (Peristiwa)
  3.  Feelings  (Perasaan)
  4. Findings (Pembelajaran)
  5. Future (Penerapan)

5.       1. Facts (Peristiwa)

a.    Pada minggu ke 12 ini tepat di hari Selasa, 1  2022 saya memasuki modul 2.2.4.1 mengenai eksporasi konsep dimana dalam modul ini saya CGP lain mempelajari Pembelajaran Berdiferensiasi dan menyelesaikan 5 kasus yang ada di LSM secara mandiri.

b.    Hari Sabtu, 5 Maret 2022, dilaksanakan diskusi bersama Fasilitator dan pembagian kelompok pada modul 2.2.a.5 Ruang kolaborasi – Pembelajaran Sosial dan Emosional.

c.    Hari Senin, 7 Maret 2022, mempersentasekan hasil  diskusi  kelompok pada modul 2.2.a.5.1 Ruang kolaborasi – Pembelajaran Sosial dan Emosional.

1. Ruang Kolaborasi - Pembelajaran Sosial dan Emosional








2. Ruang Kolaborasi - Pembelajaran Sosial dan Emosional








Pembelajaran Sosial dan Emosional bertujuan :

  • Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri)
  • Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)
  • Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
  • Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan membangun relasi)
  • Membuat keputusan yang bertanggung jawab.  (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dapat dilakukan dengan 4 cara :

  • Mengajarkan Kompetensi Sosial Emosional (KSE)  secara spesifik dan eksplisit
  • Mengintegrasikan Kompetensi Sosial Emosional (KSE) ke dalam praktik mengajar guru dan gaya interaksi dengan murid
  • Mengubah kebijakan dan ekspektasi sekolah terhadap murid
  • Mempengaruhi pola pikir murid tentang persepsi diri, orang lain dan lingkungan

2. Feelings  (Perasaan)

Perasaan saya sangat saat mempraktikan Pembelajaran sosial dan emosional membuat saya semakin tertang untuk mempelajarinya, bagaimana materi layanan dalam pembelajaran sosial emosional terapkan sama murid. Kita sebagai seorang pendidik tidak bisa berhindak dari perasaan emosi, maka kita sebagai seorang pendidik harus mampu mengontrol dan mengendalikan emosi kita kepada murid, namun terkadang kita legah dalam mengontrol karena banyak tugas lain sebagai tugas pokok sebagai pengajar. Adanya materi pembelajaran sosial emisional ini saya dapat mempelajari lebih dalam dan dapat mengimplementasikan dalam layanan bimbingan dan konseling.

2.   3. Findings (Pembejaran)

Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaborasitif oleh seluruh komunitas yang ada di sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.

Kesadaran Penuh (mindfulness) menurut kabat – Zinn (dalam Hawkins, 2017, hal. 15) dapat diartikan sebagai kedasaran yang muncul ketika seseorang memerikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan. Artinya ada keterampilan atau unsur pikiran (perhatian), kemauan (yang bertujuan), dan rasa (rasa ingin tahu dan kebaikan) pd kegiatan (fisik) yang sedang dilakukan.

 4. Findings (Pembejaran)

Selanjutnya saya akan menerapkan Pembalajaran Sosial Emosional (PSE) dalam diri saya dan pada murid saya. Dalam pembelajaran sosial emosional yang saya dapatkan ini saya dapat berbagi ilmu pengetahuan tentang pembelajaran sosial emosional dengan teman sejawat saya di sekolah. Lalu yang ingin saya pelajari lebih lanjut adalah bagaimana cara penerapannya di sekolah dan memahami pembelajaran sosial emosional ini terus melekat dan menjadi pembiasaan yang baik terhadap warga sekolah sehingga menjadi kegiatan berbasis kesadaran penuh (mindfulness) untuk membantu menghadapi situasi yang sulit dan menantang.
















0 komentar:

Posting Komentar