Jurnal Refleksi Mingguan Ke - 12
Model 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)
4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway
- Model 4F
- Facts (Peristiwa)
- Feelings (Perasaan)
- Findings (Pembelajaran)
- Future (Penerapan)
5.
a. Pada
minggu ke 12 ini tepat di hari Selasa, 1 2022 saya memasuki modul 2.2.4.1 mengenai
eksporasi konsep dimana dalam modul ini saya CGP lain mempelajari Pembelajaran
Berdiferensiasi dan menyelesaikan 5 kasus yang ada di LSM secara mandiri.
b. Hari
Sabtu, 5 Maret 2022, dilaksanakan diskusi bersama Fasilitator dan pembagian
kelompok pada modul 2.2.a.5 Ruang kolaborasi – Pembelajaran Sosial dan
Emosional.
c. Hari
Senin, 7 Maret 2022, mempersentasekan hasil
diskusi kelompok pada modul
2.2.a.5.1 Ruang kolaborasi – Pembelajaran Sosial dan Emosional.
| 1. Ruang Kolaborasi - Pembelajaran Sosial dan Emosional |
| 2. Ruang Kolaborasi - Pembelajaran Sosial dan Emosional |
Pembelajaran Sosial dan Emosional bertujuan :
- Memberikan pemahaman, penghayatan dan kemampuan untuk mengelola emosi (kesadaran diri)
- Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)
- Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)
- Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan membangun relasi)
- Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)
Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dapat dilakukan dengan 4 cara :
- Mengajarkan Kompetensi Sosial
Emosional (KSE) secara spesifik dan eksplisit
- Mengintegrasikan Kompetensi Sosial
Emosional (KSE) ke dalam praktik mengajar guru dan gaya
interaksi dengan murid
- Mengubah kebijakan dan ekspektasi
sekolah terhadap murid
- Mempengaruhi pola pikir murid tentang persepsi diri, orang lain dan lingkungan
2. Feelings (Perasaan)
Perasaan saya sangat
saat mempraktikan Pembelajaran sosial dan emosional membuat saya semakin
tertang untuk mempelajarinya, bagaimana materi layanan dalam pembelajaran
sosial emosional terapkan sama murid. Kita sebagai seorang pendidik tidak bisa berhindak dari perasaan emosi, maka kita sebagai seorang pendidik harus mampu
mengontrol dan mengendalikan emosi kita kepada murid, namun terkadang kita
legah dalam mengontrol karena banyak tugas lain sebagai tugas pokok sebagai
pengajar. Adanya materi pembelajaran sosial emisional ini saya dapat
mempelajari lebih dalam dan dapat mengimplementasikan dalam layanan bimbingan
dan konseling.
2. 3. Findings (Pembejaran)
Pembelajaran Sosial dan Emosional adalah
pembelajaran yang dilakukan secara kolaborasitif oleh seluruh komunitas yang
ada di sekolah. Proses kolaborasi ini memungkinkan anak dan orang dewasa di
sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif
mengenai aspek sosial dan emosional.
Kesadaran Penuh (mindfulness) menurut kabat – Zinn
(dalam Hawkins, 2017, hal. 15) dapat diartikan sebagai kedasaran yang muncul
ketika seseorang memerikan perhatian secara sengaja pada kondisi saat sekarang
dilandasi rasa ingin tahu (tanpa menghakimi) dan kebaikan. Artinya ada
keterampilan atau unsur pikiran (perhatian), kemauan (yang bertujuan), dan rasa
(rasa ingin tahu dan kebaikan) pd kegiatan (fisik) yang sedang dilakukan.
4. Findings (Pembejaran)
Selanjutnya
saya akan menerapkan Pembalajaran Sosial Emosional (PSE) dalam diri saya dan
pada murid saya. Dalam pembelajaran sosial emosional yang saya dapatkan ini
saya dapat berbagi ilmu pengetahuan tentang pembelajaran sosial emosional dengan
teman sejawat saya di sekolah. Lalu yang ingin saya pelajari lebih lanjut
adalah bagaimana cara penerapannya di sekolah dan memahami pembelajaran sosial
emosional ini terus melekat dan menjadi pembiasaan yang baik terhadap warga
sekolah sehingga menjadi kegiatan berbasis kesadaran penuh (mindfulness) untuk
membantu menghadapi situasi yang sulit dan menantang.






0 komentar:
Posting Komentar